Blog

5 Modus Penipuan yang Marak Saat Ramadan Menjelang Lebaran

Mar 4, 2026

Menjelang bulan Ramadhan hingga Lebaran, aktivitas transaksi masyarakat meningkat tajam. Pembayaran zakat, belanja online, hingga persiapan mudik dilakukan hampir bersamaan. Di saat yang sama, kasus penipuan digital juga ikut meningkat.

Pelaku penipuan memanfaatkan kondisi masyarakat yang cenderung terburu buru dan ingin semua urusan selesai dengan cepat. Fokus ibadah dan padatnya aktivitas sering membuat kewaspadaan menurun.

Berikut lima modus penipuan yang paling sering terjadi selama Ramadhan menjelang Lebaran dan perlu diwaspadai.

1. Phishing zakat dan donasi palsu

Modus ini memanfaatkan semangat berbagi di bulan Ramadhan. Penipu menyamar sebagai lembaga zakat atau donasi dan menyebarkan tautan melalui WhatsApp, SMS, email, atau media sosial.

Tautan tersebut diarahkan ke halaman yang terlihat resmi. Logo dan nama lembaga dibuat mirip dengan aslinya. Korban kemudian diminta mengisi data pribadi atau memasukkan kode OTP. Begitu data dikirim, pelaku dapat mengambil alih akun perbankan atau dompet digital korban.

2. Undangan buka puasa palsu

Penipu mengirim undangan buka puasa bersama dalam bentuk file PDF atau tautan penyimpanan cloud. Pengirimnya sering mengaku sebagai atasan, rekan kerja, atau pihak institusi tertentu.

Saat file dibuka, malware dapat terpasang di perangkat. Malware ini mampu membaca pesan masuk, termasuk SMS berisi kode OTP, serta mengakses aplikasi penting. Karena terlihat formal dan relevan dengan aktivitas Ramadhan, banyak korban tidak menyadari risikonya.

3. Kurir paket fiktif

Modus ini memanfaatkan meningkatnya aktivitas belanja online. Penipu mengaku sebagai kurir ekspedisi dan menyampaikan bahwa ada paket tertahan.

Korban diminta membayar biaya administrasi kecil melalui tautan tertentu. Meski nominalnya rendah, tautan tersebut digunakan untuk mencuri data atau mengambil alih akun. Sering kali korban baru sadar setelah saldo atau akses akun bermasalah.

4. Penipuan mudik

Menjelang Lebaran, kebutuhan tiket transportasi dan jasa travel meningkat. Penipu menawarkan tiket atau layanan mudik dengan harga jauh dibawah pasaran.

Korban diminta membayar uang muka secepatnya karena alasan kuota terbatas. Setelah transfer dilakukan, pelaku menghilang dan nomor tidak bisa dihubungi. Modus ini banyak beredar melalui pesan pribadi dan grup media sosial.

5. QRIS palsu di tempat umum

QRIS palsu mulai banyak ditemukan di tempat umum seperti kotak amal, warung, atau area publik. Penipu menempelkan stiker QR palsu di atas QR resmi.

Saat transaksi dilakukan, dana tidak masuk ke pihak yang seharusnya, melainkan ke rekening penipu. Karena tampilan QR terlihat normal, modus ini sulit dikenali secara sekilas. Penipuan ini sering menargetkan transaksi kecil yang dilakukan secara spontan.

Mengapa penipuan meningkat saat Ramadhan

Ramadhan menjadi periode rawan penipuan karena volume transaksi meningkat, tekanan waktu tinggi, dan banyak keputusan diambil secara cepat.

Pelaku penipuan tidak mengandalkan ketidaktahuan korban. Mereka mengandalkan kelengahan.

Untuk menghindari bermacam penipuan ini, selalu pegang prinsip KALAU RAGU, STOP DULU. Jangan lanjutkan transaksi, jangan klik tautan, dan jangan kirim data apa pun.

  • STOP: Hentikan transaksi saat ada tekanan waktu atau permintaan tidak wajar.

  • CHECK: Periksa ulang sumber pesan, tautan, identitas pengirim, dan nama penerima pembayaran.

  • LAPOR: Laporkan ke pihak terkait, bank, atau kanal resmi jika menemukan indikasi penipuan.

Satu jeda singkat bisa menyelamatkan data dan uang kamu.